Prodi Ilmu Pemerintahan
Universitas Muhammadiyah Malang
Prodi Ilmu Pemerintahan
Universitas Muhammadiyah Malang

Profil Mahasiswa Berprestasi : RAIH PRESTASI DAN MENJADI AKTIVIS DEMOKRASI DI ARAS LOKAL

Author : Administrator | Jum'at, 02 Agustus 2013 10:41 WIB
 

 

Azhari, nama yang sederhana dan mudah diingat, merupakan mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP UMM. Azhari dikenal sebagai aktivis organisasi intra dan ekstra kampus. Mahasiswa asal Aceh ini aktif di LSM dan diberbagai organisasi. Pada tahun 2009-2010 menjabat ketua II PMII Komisariat UMM dan Mendagri  BEM Universitas, Ketua Umum Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Aceh (IPPMA) Malang (2010-2011), dan pernah menjabat sebagai ketua umum  Lembaga Solidaritas di tahun 2007-2009. Selain itu, Azhari aktif diberbagai kegiatan advokasi khususnya pendidikan, 2010 semptar mempertemukan Pemerintahan Bireuen Propinsi Aceh dengan Universitas Muhammadiyah Malang  melalui Pak Suparto M. Pd., kepala bidang Kerja Sama UMM.

            Disaat menjabat sebagai ketua Umum IPPMA, Azhari melakukan advokasi dalam bentuk film tentang pendidikan di daerah bekas konflik di Aceh Utara, dengan judul “ Menjemput Ilmu dalam Sarang Peluru” yang disutradarai Jamaluddin Phonna, di film itu saya sebagai Asisten sutradara dan meneger Location, Alhamdulilla film itu mendapat Juara III kategori  Umum dalam Film Education Tingkat Nasional. Pada tahun 2011 kembali membuat film dengan judul “ Garamku Tak Asin Lagi ” di Kab. Bireuen, bersama sahabatnya, Jamaluddin Phonna Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UMM angkatan 2009. Di film itu, keduanya sebagai sutradara. Film yang dibiayai oleh Metro TV dalam program Eagle Awards 2011 itu, mendapat juara I Terbaik versi Juri Film. 

            Azhari memiliki keinginan kuat untuk mendirikan sebuah lembaga Demokrasi yang benar-benar fokus di tingkat bawah seperti desa dan kecamatan. Karena, menurut Azhari, masyarakat  harus dibentuk dan harus benar-benar paham bagaimana seharusnya demokrasi di implementasikan. Bukan seperti sekarang ini, dimana tiap-tiap kelompok mengklaim dirinya atas nama rakyat, sedangkan rakyat banyak yang tidak tahu. Bagi Azhari, demokrasi akan menjadi utopis bila rakyat tidak tahu posisi mereka. 

 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image