Prodi Ilmu Pemerintahan
Universitas Muhammadiyah Malang
Prodi Ilmu Pemerintahan
Universitas Muhammadiyah Malang

Kuliah Tamu: Dinamika Sejarah Politik Indonesia

Author : Administrator | Senin, 02 September 2013 08:58 WIB

Prof. Salim Said didampingi Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., pada Kuliah Tamu Ilmu Pemerintahan UMM di Ruang Sidang Fakultas Teknik UMM (08/06).

Prof. Salim Said kembali dalam kesempatan Kuliah Tamu Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang menyampaikan materi tentang sejarah politik negara Indonesia. Menurut Guru Besar Ilmu Politik ini, terbentuknya negara Indonesia tidak lepas dari kontribusi pemikiran dan tenaga para pendiri bangsa. Mereka berjuang sepenuh hati untuk kemerdekaan Indonesia. Para elit politik seperti Soekarno dan Bung Hatta benar-benar berjuang untuk menghapus penjajahan di tanah air yang selanjutnya disebut Republik Indonesia. “Pada saat itu mereka berjuang untuk melawan penjajah, karena itu mereka bersatu dalam berpolitik untuk kemerdekaan Indonesia”, tuturnya dihadapan mahasiswa Ilmu Pemerintahan.

Menurut catatannya problematika bangsa di awal kemerdekaan sangat kompleks karena harus menghadapi perlawanan politik internal dan eksternal. Kendati bangsa Indonesia telah merdeka namun pada saat itu banyak kelompok-kelompok masyarakat yang belum menerima sepenuh hati  kemerdekaan Indonesia. “Secara internal Indonesia menghadapi kelompok-kelompok masyarakat yang ingin memisahkan diri dari negara Indonesia. Pada saat itu mereka tidak setuju dengan konsep konstitusi Negara Indonesia. Pada saat yang sama, Indonesia yang baru merdeka mendapat perlawanan dari Pemerintah Belanda. Pemerintah Belanda tidak menerima Indonesia sebagai negara berdaulat, karena itu mereka kembali mengobrak-abrik situasi politik dan konstitusi sehingga pada saat itu Indonesia dikenal sebagai negara serikat . Negara bagian atau yang disebut negara serikat adalah bentuk politik pemerintah belanda untuk membubarkan Indonesia”, jelas mantan Wartawan Tempo ini penuh semangat.

Mantan Duta Besar untuk Republik Cheko ini juga menyampaikan sejarah suatu bangsa termasuk sejarah politik Indonesia mengalami perubahan dari masa ke masa. Hal ini tergantung kepentingan politik penguasa negara. Menurutnya tidak ada sejarah yang benar-benar menunjukkan keasliannya. Sejarah pengalihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto, misalnya, publik disodorkan oleh berbagai versi sejarah yang beda-beda. Ada yang mengatakan Soeharto mendapat kekuasaan secara legal dari Soekarno namun ada juga yang mengatakan Soeharto mendapatkan kekuasaan melalui cara-cara yang tidak sesuai kontitusi negara. “Inilah bentuk dari politik sejarah, dan bentuk politik seperti seperti ini terjadi di berbagai negara”, tuturnya.

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image