Jaring Aspirasi, Dosen Prodi IP Lakukan FGD Sebagai Bagian Pengabdian Eksternal Ristek Dikti Tahun Ketiga

Senin, 13 Agustus 2018 14:46 WIB  

Jaring Aspirasi, Dosen Prodi IP Lakukan FGD Sebagai Bagian Pengabdian Eksternal Ristek Dikti Tahun KetigaType the text here

Dosen senior Prodi IP, Dr. Tri Sulistyanigsih, M.Si, memimpin FGD yang bertajuk “Integrasi Antar Lembaga Dalam Pengembangan Wisata Agro Berbasis Community Development” di Dusun Payan, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji (9/8). FGD ini diselenggarakan dalam rangka tindak lanjut Pengabdian Eksternal Ristek Dikti yang sudah memasuki tahun ketiga. Tujuannya adalah untuk menggali dan mengevaluasi pelaksanaan program yang sudah berlangsung selama dua tahun. Tahun ketiga ini difokuskan pada program pembentukan desa wisata. Sehingga, harapannya juga bisa memberdayakan kelompok tani Lancar Jaya.

Tim Pengabdi terdiri dari para akademisi dari Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Widya Gama Malang. Dari Universitas Muhammadiyah Malang yakni Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si sebagai Ketua Tim, Drs. Jainuri, M.Si, dan Hevi Kurnia Hardini, MA.Gov. Sementara, dari Universitas Widya Gama Malang diwakili oleh Dr. Purnawan D. Negara, MH. Adapun Peserta FGD ini adalah Pengawas, Pengurus, serta Anggota Kelompok Tani Lancar Jaya. FGD ini juga dihadiri oleh Camat Bumiaji, Aditya Prasadja, S.STP, M.AP, yang juga ikut urun rembug dalam kegiatan ini. Sehingga, FGD ini juga menjadi bentuk konsolidasi antara berbagai stake holder yang terlibat. Mulai dari masyarakat sasaran, institusi pemerintahan (Kecamatan Bumiaji), dan juga pihak tim Pengabdi dari Universitas.

            Hasil dari FGD ini adalah disepakatinya rencana pembuatan desa wisata berbasis potensi. Desa Punten memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Potensi yang dimiliki adalah wisata petik jeruk, pembuatan pupuk organic, dan juga peternakan kelinci. Potensi desa Punten juga akan dikonsentrasikan pada pengembangan kawasan konservasi dan wisata edukasi. Tentunya, untuk mewujudkan desa wisata Punten membutuhkan infrastruktur, sarana dan prasarana yang memadai. Untuk itu, FGD  ini menjadi jaring aspirasi untuk menampung dan mempertemukan apa yang dikehendakai antara kelompok sasaran dengan tim pengabdi.

Shared: